Finansial, Pariwisata, Sosial-Budaya, Umum

Senin Tanpa Angkot

Di era modern saat ini mobilitas penduduk yang semakin sibuk membuat moda transportasi pun semakin berkembang. Ada seorang yang berfikir inovatif menciptakan sebuah sistem aplikasi online untuk memudahkan seseorang mendapatkan kemudahan dalam perjalannya menuju tempat tujuan yang diharapkan. Angkutan yang digunakan adalah angkutan pribadi. Modahnya hanya sebuah handphone yang dapat diisntal aplikasi pemesanan angkutan. Moda transportasi tersebut pada akhirnya dikenal dengan sebutan taxi oneline atau ojek online.

Lantas apa moda transportasi online ini menguntungkan? Sejauh peninjauan saya, saya berpendapat bahwa, YA moda transportasi online sangat menguntungkan baik penumpang maupun pengendara. Selain menguntingkan dari segi efisiensi waktu, moda ini pun menguntungkan dari sisi finansial. Tarifnya tidak semena-mena. Murah tapi tidak merugikan pengendara, karena tak jarang penumpang berfikir harga yg terlalu murah sehingga memberikan tips atas pelayanan yang memuaskan. Keuntungan lainnya adalah penumpang dan pengendara merasa aman. Karena meskipun terjadi tindak kejahatan, data penumpang dan pengendara tercatat dan tersimpan dalam server pengelola. Sehingga mudah ditindaklanjuti.

Namun demikian. Semakin eksis moda transportasi ini ternyata semakin membuat keresahan pada pihak lain yang lebih dahulu dibidang angkutan umum. Katakan saja, angkot, taxi dan ojek pangkalan. Mereka resah dan merasa ladang mereka diambil secara tidak layak. Aksi penolakan pun akhirnya terjadi di berbagai daerah. Sungguh luar biasa penolakan yang terjadi sangat sangat merugikan. Para sopir melakukan mogok kerja dan melakukan aksi demonstrasi pada Maret 2016. Menurut mereka keberadaan Uber dan Grab merugikan mereka. Perlu diberlamukan peraturan yang sama antara taxi online dan taxi konvensional.

Tak sampai disitu, aksi lain pun berlanjut setelah dikeluarkan peraturan baru memgenai moda transportasi umum. Para sopir taxi online melakukan demonstrasi menolak kebijakan pemerintah pada agustus 2016 di istana, gedung DPR/MPR dan Kemenhub RI. Namun hasilnya ternyata masih belum memberikan kepuasan pada semua pihak. Konflik ini justru semakin sensitif. 

Penolakan semakin terang-terangan. Banyak kawasan yang menolak dilalui oleh moda transportasi online ini. Terutama ojek online, grab bike dan gojek. Semakin hari memakin tampak banyak spanduk bertuliskan”Pemberitahuan Ojek Onlone Dilarang Melintas dan Membawa penumpang Sepanjang Kawasan Ini.” Atau ada juga yang hanya dilarang meburunkan dan menaikkan penumpang saja, jika tidak berpenumpang masih diperbolehkan masuk.

Dan ternyata, spanduk tersebut tak sedikit dipasang hanya atas inisiatif para ojek pangkalan dan pimpinan setempat saja. Warganya tar jarang tak mengetahui atas dasar apa spanduk tersebut dipasang? Berlaku mulai kapan? Sehingga banyak hal yang tak diharapkan terjadi. Spanduk telah terpasang, warga terlanjur pesan ojek online dan terjadilah bentrok. Owlala… Apa apaan ini? 

Ya.. gatal rasanya jika tidak mengomentari hal ini. Terlebih lagi hari ini, 20 Maret 2017, Angkutan Umum Kota (Angkot) di Kota dan Kabupaten Bogor melakukan aksi mogok. Kami menyebutnya cuti. Lantas apa yang terjadi?

Banyak rekan saya yang bersyukur karena angkot cuti. Alasannya adalah jalanan kota terlihat lebih asri dan tampak tertib, lantaran lalulintas lancar. Ya, mungkin diantara rekan lainnya ada yang kesal juga karena ternyata harus diberhentikan ditengah perjalanan akibat angkotnya dicegat dan sopir diminta untuk solidaritas, cuti sehari. Seperti seorang kake tua yang berjalan entah dari mana hendak menuju kapak-lewiliang. Berjalan tampak lelah hingga akhirnya ikut menumpang setengah jalan pada seorang pengendara motor yang kebetulan satu arah.

Menanggapi kejadian hari ini, hari tanpa angkot. Terlepas dari siapa yang rugi siapa yang untung, saya berpwndapat bahwa ternyata tanpa angkot jalan raya lebih nyaman ya.. 

Maaf para sopir angkot. Bukannya saya senang kaliam tidak bekerja. Justru saya berharap para sopirlah yang harus menyegerakan diri untuk berbenah. Jika masih ingin eksis dimasyarakat, gunakan pekerjaan mu menjadi sopir sebaik-baiknya. Patuhi peraturan lalu lintas. Jangan main berhenti tanpa lampu sen. Janga  main ngetem tanpa memikirkan penumpang yang naik. Mungkin mereka terburu-buru, tapi Anda melalaikannya dengan mengetem berjam-jam hanya untum menunggu satu penumpang yang belum jelas tujuannya jauh atau dekat. Tak sadarkah Anda telah dzolim pada penumpang dan itu adalah salah satu penyebab rezeky kabur, justru. Ya, Dzalim pada penumpang karena menyita waktunya.

Atau, jika memang merasa penghasilan sebagai sopir angkot semakin menurun, mulailah berganti dengan pekerjaan lain. Upgade handphone dan daftar jadi sopir mode transportasi online misal? Atau mendaftar sebagai sopir transpakuan? 

Sesungguhnya rezeky itu telah diatur yang Maha Kuasa sedemikian rupa sehingga mendapatkan porsi masing-masing sesuai dengan usahanya. Usahanya bekerja dan merayu Allah. Ada ko sopir angkot yang berhasil mengkuliahkan anaknya dari pekerjaannya. Tak hanya yang merasa berkurang karena ada saingan. Ya, mungkin itu menjadi salah satu pemicu berkurangnya rezeki, iri hati. Sedangkan yang bersyukur rezekinya makin full, sehingga anak kuliah pun bisa.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s