Umum

Jodohku

Allah sudah menuliskan qodo dan qadar manusia pada sebuah buku jauh sebelum manusia itu lahir. Hari lahir, orang tua, nama, rezeki, jodoh, bahkan tanggal kematian.

Ya.. seolah tak bisa memilih. Tapi sesungguhnya meski telah tercatat, manusia itu lah yang menentukan. Apakah akan kurang, sama atau lebih baik dari yang telah dirancang sebelum kelahiran.

Doa dan ikhtiar merupakan kunci besar dalam perubahan hidup manusia. Ya, Doa yang sungguh-sungguh juga ikhtiar yang tak pernah lelah.

Doa, doa dan doa. Allah tak pernah tidak mengabuklan doa hambanya. Manusia bisa saja menyangka doanya tak dikabulkan. Tapi sungguh pasti Allah akan mengabulkannya kelak sekaipun itu di alam keabadian.

Jodoh. Benarkah jodoh sudah ditetapkan? Lantas kita tinggal menunggu dia datang? Jawabannya tentu tidak. Ikhtiar menemukan jodoh akan menjadi penentu. Meski benar adanya jika tak semua jodoh seolah datang tanpa ikhtiar.

Sejak duduk di bangku sekolah dasar. Terbesit keinginan saya untuk menikah di tahun 2013. Otak merancang. Meski entah siapa jodoh saya kala itu.

Di bangku sekolah menengah atas. Pernah terlibat percakapan dengan seorang gadis lain. Percakapan terjadi setelah saya menceritakan betapa luar biasanya kekuatan doa dari seorang guru praktik lapang. Doa nya saat beribadah haji. Saat itu tepat jabal rahmah, tempat nabi Adam dan siti hawa bertemu pertama kali setelah diturunkan ke bumi. 

Dia berdoa “Ya allah, sungguh indah kisah cinta nabi adam dan siti hawa. Pertemukanlah hambamu ini dengan jodoh yg engkau rihoi seperti pertemuam nabi adam dan siti hawa” indah bukan? Ya, doa yang indah. 

Alhamdulillah, satu tahun berselang, beliau bermimpi. Ada seorang wanita yang hadir dalam mimpi tinggal di pulau yang kecil, dari pulau sumatera masih nyebrang lagi sekitar 5 jam. Dan singkat cerita ditelusuri lah mimpintersebut hingga akhirnya ia beliau bertemu dengan calon istrinya dan bersegera menikah. Saat itulah beliau teringat akan doanya saat di jabal rahmah. Keinginan bertemu seperti pertemuan nabi adam dan siti hawa. Setelah siti hawa dan nabi adam terpisah ribuan kilometer. Sungguh luar biasa kekuatan doa. Ucapan yang tak terpikirkan terjadipun bisa saja terjadi.

Menanggapi kisah di atas. Seorang berkata. ” Aku berharap jodohku ga sejauh itu. Yang dekat saja. Masih di sekitar jawa barat.”

“Bukankah seru jika bertemu jodoh yg entah di mana tinggalnya sekarang? Bisa menginjakaam kaki dibelahan bumi lain yg Allah ciptakan” Aku menanggapi.

“Emh.. memang. Tapi takut juga kalo lejauhan. Kamu mau punya jodoh dari pulau lain? Klo aku ga mau. Sumatera? Padang? Kalimantan? Masih banyak hutan? Sulawesi? Aduh jauh banget! Apalagi irian? Ya allah jangam sampe.” Ujarnya menjelaskan pilihan

“Entahlah.. tak ingin jauh juga. Tapi mungkin asik jika bisa menjejakkan kali di tempat lain” Yang terpikir hanyalah ingin menjelajahi bumi indonesia yg katanya indah itu..

Delapan tahun berselang. Tibalah telingaku mendengar seuntai kalimat dari seorang bapak dan seorang calon suami yang berasal dari Pulau Kangean. Kalimat ijab qabul, tepat di tahun 2013 awal.

Pulau Kangean. Sungguh awalnya pun asing ditelinga saya. Salah satu pulau besar di Kepulauan Kangean. Tepatnya tiga pulau setelah Pulau jawa. Menyebrangi dua buah selat yang cukup luas dari Pulau Jawa. Hampir tepat diujung pulau jawa bagian timur. Sedangkan saya berada di ujung bagian barat Pulau Jawa. Wow.. jarak yang tak terbayangkan sebelumnya.

Selang beberapa hari menikah, baru tersadar akan ucapan dan angan-angan jauh sebelum ijab qabul digelar. Doa yang tak disangka-sangka. Doa yang terucap spontan. Dan doa itu yang ternyata Allah kabulkan kemudian.

Jodoh itu indah. Datang jika kita mau datang. Pergi jika kita mau dia pergi. Cepat menghampiri jika hati terbuka untuknya mendekat. Menjauh jika hati terus terkunci akan jodoh yang mendekat.

Jodoh bukan soal dia seperti yang diharapkan. Jodoh bukan seperti yang tidak diharapkan. Jodoh itu kesesuaian hati. Jadi bukalah hati seluas-luasnya menerima kedatangan orang lain dengan terbuka, kelak akan temukan hati yang sesuai. Jika kau tutup hatimu, sungguh akn semakin lama bertemu dengan hati yang sesuai.

Jodoh tak harus kenal lama. Jodoh tak harus orang yang terbentuk diotak. Hanya satu kali pandangan, atau hanya mendengar suara via telepon, atau hanya melihat foto dua insan bisa saja menjadi jodoh.

Unik, menarik, dan tak pernah habis kisah manusia bertemu dengan  jodoh masing-masing. 

Jodohku. Kini berbaring di atas kasur. Melepas lelah setelah seharian mencari nafkah. Jodohku, menuntunku menerima nikmat yang luar biasa. Nikmat yang sering aku lalaikan untuk disyukuri. Jodohku, menjadi celah syetan untuk menggoda imanku saat lelah mendera. Jodohku, kecintaanku yang selalu ada. Jodohku, kelak akan menentukan langkahku di alam keabadian. Jodohku, baik burukmu adalah baik burukku. Jodohku, membawaku akan karunia Allah yang luar biasa, putra kami. Jodohku, semoga selalu bisa terus beriringan di jalan Allah. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s