Hikayah, Rohani, Sosial-Budaya, Umum

Lulusan terbaik

Teringat suatu kisah. Satu hari di sekolah menengah pertama negeri ciawi 1 tahun 2002. 

Seorang guru mata pelajaran seni berkisah,
“saya pergi ke sini (Sekolah) setiap hari. Setiap pagi, siang atau pulang di sore hari dengan menggunakan angkot jurusan cicurug-ciawi. Saya selalu perhatikan setiap penumpang yg naik turun. Beragam. Ya. Tapi ada yg saya ingin sampaikan saat ini. Supaya jadi perhatian untuk kalian anak didik saya. 

Hari ini saya, kebetulan satu angkot dengan seorang perokok. Saya tidak merokok, tp saya tidak melarang orang lain untuk merokok. Nah, saya tegur beliau, karena rokoknya mengganggu. Itu selalu saya lakukan setiap kali ada perokok naik ke angkot yg saya naiki. Bedanya, yg ini menolak untuk mematikan rokoknya. Saya langsung turun dari angkot. Padahal belum sampai ciawi. Itu saya lakukan juga sebetulnya setiap satu angkot dengan perokok yang tidak mau mematikan rorkoknya.
Lalu saya turun dan menunggu angkot lain. Ada angkot yang berhenti sebelum saya stop. Bingung. Dari dalam ada suara mengajak saya masuk. Ternyata di dalamnya ada bu lilis (*AnggapBenar selanjutnya jadi L). Dan kebetulan tidak ada yang merokok. Lalu saya naik. Terjadilah dialog:

L: “bapak kok naik di sini? Baru dari mana?”

G: “Iya bu. Td saya ganti angkot”

L: “Lah? Kenapa? Diturunkan? (Karena sangat lumrah sopir angkot menurunkan penumpang sebelum sampai tujuan.)

G : “tidak bu. Bukan diturunkan tapi atas keinginan saya? (Lalu Guru menceritakan kisahnya ke L)

L : “Iya saya jg sebel kalo ada yg merokok, tp tidak pernah berani negur. Biasanya laki2 cuek pak. Ko bapak peduli (L penasaran). Saya tidak mau pak turun jadi saya yg rugi dong bayar ongkos double?”
Kalian mau tau kenapa saya menceritakan ini? (Murid menggeleng, ada juga mungkin tak hirau, atau ada juga yg penasaran)
(lanjut)

G : “Karena saya ingin kalian juga tahu jawaban saya ke bu L. Ini jawaban saya, “Engga rugi bu. Klo naik angkot lagi, saya hanya kehilangan 2000 rupiah (saat itu angkot jauh dekat 2000 untuk dewasa, baru beberapa bulan naik BBM, lanjut), tapi kalo saya tetap memilih naik angkot itu saya rugi banyak, 

(Penulisan dibuat list agar lebih jelas)

– satu, Kerapihan.

Saya sudah dandan rapi sisiran, pakai baju rapi, wangi, untuk pergi kerja dengan harapan, saat bertemu dengan rekan kerja, dengan anak murid saya terlihat rapi bersih, enak dilihat. Saya harus selalu terlihat rapi, karena pelamar kerja yg terlihat tidak rapi bisa saja gagal saat interview. 

Nah, jika saya bertahan diangkot tadi, saya tidak akan bisa mempertahankan dandanan saya sampai saya tiba di sekolah. Asap roko itu nempet sangat kuat di rambut bahkan baju. Dan itu sangat mengganggu bagi saya saat bekerja.

– kedua, kesehatan. 

Saya paling tidak mau batuk atau sakit. Karena saya punya murid yg harus saya didik. Kalau terlalu sering menghirup rokok bisa saja saya mudah sakit (karena yg pasif justru lebih rentan terkena dampak asap rokok)

– ketiga, Hubungan Sosial

saya tidak mau berdebat dengan orang tersebut. Dia memang tidak mengindahkan kepentingan orang lain di kendaraan umum. Tp saya tidak ingin seperti dia. Biarlah saya mengalah. ”

– keempat, Prinsip. 
L :”Owh iya pak. Saya selama ini g berani negur, ga berani turun juga. Tp jadinya saya kesel sendiri, karena sampai di kantor tidam sesegar berangkat dri rumah”
Dari kisah saya hari ini. Saya harap anak didik saya, meskipun hanya lulusan SMP. Nanti dikemudian hari tidak ada satupun yg seperti perokok tersebut. Kalian bisa saja merokok tapi jangan sampai merugikan orang lain. Ingat itu. Bapak tidak ingin lulusan ciawi 1 merokok tanpa pake otak! Otak lulusan ciawi itu di sini (nunjuk kepala) bukan di sini (nunjuk dengkul). Tunjukan kalau kalian lulusan ciawi berpendidikan dan berprilaku baik! Saya tau diantara kalian kelak mungkin akan merokok. Sekarang disini dilarang merokok, mungkin diluar sana kalian bebas merokok. Jangan pernah sekalipun kalian  merokok ditempat umum dan menggaggu orang lain yag tidak merokok ditempat umum menyebut diri kalian lulusan Ciawi 1. Karena lulusan ciawi 1 harus berprilaku baik dan berpendidikan baik walaupun hanya lulus sampe smp saja! Ingat itu! 


Selalu teringat ini. Tapi saat reuni, ternyata banyak yg lupa atau mereka bukan salah satu murid yg mendapatkan cerita diatas. Entahlah. Karena bberapa teman merokok bahkan di ruang ber AC di salah satu aula sederhana dengan puluhan orang didalamnya. Tak hanya manusia dewasa bahkan disana ada batita dan bayi. #Miris #LukaHati Mungkin jika beliau bisa hadir, tak akan ada yg berani lakukan itu. 
#SelaluTeringat

#KangenGuruKu

#GuruKesayangan

#LoveYouPak

#TakBisaBerjumpa

#KangenBerat

#KangenWater 
Kata2 diatas tak persis sama. Tapi, semoga tak menghilangkan inti dan pesan cerita. Maaf jika ada kesalahan penulisan, terutama untuk guru saya. Dan teman2 satu kelas saat itu.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s