Dongeng, Rohani, Umum

Diamlah

Rasulullah, menganjurkan untuk diam sejenak saat marah. Tenagkan diri, berfikir, dan jka sudah tenang baru berkata.

Selalu berusaha seperti itu,, berusaha menghadirkan ingatan akan kata ‘Diamlah’. Saat aku mulai tersakiti. Saat aku marah. Dan saat sangat kesal.

Aku akan berkata saat aku tak sanggup menahan air mata yg keluar karena kesal.

Aku tak pernah mau berbicara jika tidak terlalu penting saat hati kesal.

Aku lebih mudah mengalahkan kesedihan dibanding kemarahan.

Hanya senyumku yang bisa membuat hatiku LUPA sejenak akan kemarahanku.

Tapi hatiku selalu menolak untuk ramah pda orang yang menyakitiku karena membuatku marah atau kesal.

Maaf dan tidak mengulangi lah obatnya. Walau terkadang, orang lebih sulit menyadari bahwa ia telah melukai hati, ketibang ia melukai fisik.

Berusaha merasakan dan memposisikan sebagai orang lain, akan lebih membuat kita paham. Apa yang Aku rasakan saat orang lain melakukan hal yang aku lakukan kpd mereka.

Ex. presiden dan rakyat. Banyak rakyat yg tdk menyadari bahwa masalah d suatu negara bukan hanya masalah 1 klompok orang saja, dan bahwa presiden hanya 1orang dengan kelemahan+kekurangannya harus ngengurusi semua keluhan rakyat, di antara rakyat dalam dan luar negeri, sanggupkah jika rakyat yg protes berada di posisi presiden?

Begitupun sebaliknya, presiden. Terkadang harta+jabatan mengandalikan langkah manusia. jika mampu memposisikan diri sebagai rakyat, iya akan mudah tau, masing2 harapan rakyat sesuai profesinya. Sehingga dpt mengambil keputusan yg tepat untuk kepentingan bersama. Dan berusaha Adil. Walo Adil itu sulit. Terlebih keputusan untuk banyak otak.

Jika saling memposisikan sebagai orang lain dlm keadaan apapun, Insya Allah, tidak akan ada saling menghujat, yang ada adalah saling mengisi, dan mendukung.

Aku berusaha untuk itu,, tapi sangat sulit memposisikan diri sbg orang yg menyakitiku. Selalu terbesit, ‘Ko bisa sie dia begitu?apa dia tak menyadari tindakannya?’
tak mampu memposisikan diri dan menahan emosi, maka aku akan berusaha untuk terDIAM.

Astagfirullahal ‘Adzim..
Maafkan aku dan bantu aku, tiada kekuatan selain dengan kekuatan-Mu.

*smoga jelas bicara apa.. Yg penting Plong, plong, plong, plong…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s