Rohani

Keutamaan Bersodakoh di Bulan Muharam –terutama tgl 10–

Ada satu kisah, di suatu hari tepat tanggal 10 Muharam, ada seorang janda miskin dengan 3 orang anak. Mereka belum mendapatkan makanan dalam waktu dua hari dan ketiga anaknya mulai menangis karena sangat lapar. Di pagi hari, sang ibu berinisiatif untuk meminta sodakoh pada tetangganya yang kaya, sebut saja si kaya. Karena si Kaya sama-sama beagama islam, si ibu berharap dapat sedakoh, untuk memberi makan ketiga anak-anaknya.

 

Maka pergilah si Ibu ke rumah si Kaya.

Ibu : assalamu’alaikum, kaya!

Kaya : wa’alaikum salam, ada apa bu? pagi-pagi sudah berkunjung?

Ibu : saya mau mnta sodakoh, ya, ketiga anak saya belum makan 2 hari. Sekarang mereka sedang menangis karena tak kuat menahan lapar.

Kaya : Maaf bu, hari ini, saya tidak akan memberi sodakoh di pagi hari, nanti siang baru akan memberi sodakoh.

 

Lalu si kaya masuk ke dalam rumah dan si inu pun kembali menemui anaknya yang masih menangis.

 

Siang hari, si ibu kembali mengunjungi si Kaya.

Ibu : Asalamu ‘alaikum

Kaya : wa’alaikum salam.

Istri si Kaya : siapa pak?

Kaya : itu yg mau mnta sodakoh.

Di hampirinya si ibu, dan berkata “Maaf bu, hari ini saya tidak bersodakoh di siang hari, ibu kembali lagi ja nanti sore.”

 

si ibu pun kembali pulang ke rumahnya. Hingga sore tiba, ia kembali ke rumah si Kaya, tapi sayangnya si Kaya tidak di rumah, pintu rumahnya terkunci rapat.

 

Dengan perasaan kecewa dan kondisi badan yang lapar, si Ibu berjalan menuju rumahnya. Namun, di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang Yahudi yang tengah duduk di teras rumahnya.

Yahudi : ibu ada apa? Ko tampak sangat lesu?

Sang ibu terpaksa bercerita pada si yahudi”. Mengetahui kejadian yang d alami Ibu tersebut, si Yahudi tahu bahwa itu adalah hari asyura (10 muharam) karena tau keutamaan hari itu, iya memberikan sodakoh hingga ibu tersebut dapat menafkahi ketiga anaknya.

 

Di malam harinya, si Kaya bermimpi. Ia melihat sebuah gedung yang sangat megah yang tak pernah dilihatnya di dunia, rumah tersebut dikelilingi beberapa penjaga. Si Kaya pun mendekat dan bertanya pada salah satu penjaga; “rumah siapakah ini?”

penjaga menjawab : ini adalah rumah di syurga. Pada awalnya Allah akan memberikannya padamu, tapi tidak jadi. Rumah ini sekarang milik si Yahudi.

Si Kaya pun terperanjat. Kenapa seorang yahudi bisa mendapat rumah di syurga sedangkan ia adalah seorang musyrik. Si penjaga menjawab, “karena ia telah memberikan sodakoh pada seorang janda dengan 3 anak yang sedang dalam kelaparan.

 

Keesokan harinya, si Kaya bertanya pada si Yahudi.

Kaya: hei yahudi! Aku mau bertanya, kemarin kau bersedekah apa pada si Ibu?

Yahudi: lho, kenapa tiba2 kamu bertanya seperti itu?

Kaya: Aku akan membayar harta yang kau berikan pada si Ibu.

Yahudi: untuk apa dibayar, aku tak mengharapkan itu, lagipula aku tidak memberi banyak.

Kaya: aku ingin mendapatkan rumah syurga. Aku tak rela jika rumah itu menjadi milikmu.

 

Kemudian si Kaya menceritakan kembali mimpinya pada Yahudi. Alhasil Yahudi percaya akan kebenaran islam dan keagungan Allah, dan ia pun memeluk agama islam pada hari itu juga. Selang 2 hari dari kejadian tersebut, Yahudi pun meninggal dalam keadaan islam.

 

Dari pengajian miggu oleh K.H.Didin Syamsudin.

*tak hafal hadist nya krn hnya mendengar sepintas. diceritakan dalam bahasa sunda, jadi mohon maaf jika terjemahan ke bahasa indonesianya jd sedikit tdk pas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s